kau membawa bayang cinta
kau lah satu satu
yang membuat hidup ku berubah sangat mudah
kau membunuh ku perlahan
bagaimana cara ku memberitahu
jika aku ingin bersamamu
jika aku mencintaimu
bawa aku kemanapun kau mau
kan ku antar kemana pun kau ingin
oh sayang
oh kasih
Senin, 28 Oktober 2013
percuma saja
saat pagi datang
kusambut hari ini menyapa matahari
berdua bertatap muka
mengisi kisah cinta diriku dan dirinya
resah....hari itub tlah berganti
perih....kutahan walaupun pedih
ditinggalkan mu
telah ku buang waktu
saat ku denganmu
semudah itu kau pergi
inikah yang kau beri?
cintamu yang tak pasti...
kusambut hari ini menyapa matahari
berdua bertatap muka
mengisi kisah cinta diriku dan dirinya
resah....hari itub tlah berganti
perih....kutahan walaupun pedih
ditinggalkan mu
telah ku buang waktu
saat ku denganmu
semudah itu kau pergi
inikah yang kau beri?
cintamu yang tak pasti...
kebodohan di masa lalu
dulu pernah ku rasakan saat bahagia dengannya
ku lalui setiap hari dengan canda tawanya
tiada hari tanpa senyum dari bibirnya
ku bahagia saat bersamanya
namun telah kulakukan suatu kesalahan
kesalahan terbesar dalam hidup
kuharus merelakan
dirinya pergi meninggalkanku
kebodohan dimasa lalu
kuberharap bisa mengulangnya
kebodohan dimasa lalu
ku berharap bisa menebusnya
ku lalui setiap hari dengan canda tawanya
tiada hari tanpa senyum dari bibirnya
ku bahagia saat bersamanya
namun telah kulakukan suatu kesalahan
kesalahan terbesar dalam hidup
kuharus merelakan
dirinya pergi meninggalkanku
kebodohan dimasa lalu
kuberharap bisa mengulangnya
kebodohan dimasa lalu
ku berharap bisa menebusnya
Jumat, 11 Oktober 2013
TUGAS 3
Nama
: Hariawan Raharjo
NPM
: 13211227
Kelas : 3EA26
PROSES
PENGAMBILAN KEPUTUSAN OLEH KONSUMEN
Menurut Philip Kotler (2000:201) yang dialih bahasakan oleh
Hendra Teguh dan Roni A. Rusli pengertian proses keputusan pembelian, yaitu :
“Untuk meraih keberhasilan, pemasar harus melihat lebih jauh bermacam-macam
faktor yang mempengaruhi pembelian dan mengembangkan pemahaman mengenai
bagaimana konsumen melakukan keputusan pembelian.
1. Model proses pengambilan keputusan.
o
Pengambilan keputusan (decision making)
merupakan salah satu proses manajemen yang penting bagi setiap organisasi.
o
Manajemen lainya dilatar belakangi oleh adanya
keputusan yang dibuat oleh manajer puncak, yang kemudian secara hirarkis dibuat
oleh lini-lini manajemen ditingkat staf-staf yang dibutuhkan.
o
Pengambilan keputusan dapat diartikan sebagai
suatu proses penilaian dan pemilihan dari berbagai alternatif sesuai dengan
kepentingan–kepentingan tertentu dengan menetapkan suatu pilihan yang
dianggap paling menguntungkan.
o
Mengindentifikasi masalah utama yang
mempengaruhi tujuan, menyusun, menganalisis, dan memilih berbagai alternatif
tersebut dan mengambil keputusan yang dianggap paling baik.
MACAM – MACAM KEPUTUSAN MANAJEMEN
Oleh Herbert Simon secara umum membedakan antara
dua jenis keputusan, yaitu:
o
Keputusan yang terprogram (programmed
decision)
Keputusan yang terprogram adalah keputusan yang
terstruktur atau yang muncul berulang – ulang, Misalnya dalam memutuskan jumlah
bahan baik yang harus tersedia digudang, tidak bisa terlepas dari proses
perhitungan yang biasa digunakan.
o
Keputusan yang tidak terprogram (non-progrmmed
decision)
Keputusan yang tidak terprogram apabila keputusan
baru pertama kali muncul dan tidak tersusun (unstructured). Keputusan semacam
itu memerlukan penanganan khusus, untuk memecahkan masalah, karena belum ada
pedoman khusus dalam menangani masalah tersebut.
2.
Tipe-tipe proses pengambilan keputusan
Tipe
Pengambilan keputusan ( Decision making) : adalah tindakan manajemen dalam
pemilihan alternative untuk mencapai sasaran.
Keputusan dibagi dalam 3 tipe :
(1) Keputusan terprogram/keputusan terstruktur : keputusan yg berulang2 dan rutin, sehingga dapt diprogram. Keputusan terstruktur terjadi dan dilakukan terutama pd manjemen tkt bawah. Co:/ keputusan pemesanan barang, keputusan penagihan piutang,dll.
(2) Keputusan setengah terprogram / setengah terstruktur : keputusan yg sebagian dpt diprogram, sebagian berulang-ulang dan rutin dan sebagian tdk terstruktur. Keputusan ini seringnya bersifat rumit dan membutuhkan perhitungan2 serta analisis yg terperinci. Co:/ Keputusan membeli sistem komputer yg lebih canggih, keputusan alokasi dana promosi.
(3) Keputusan tidak terprogram/ tidak terstruktur : keputusan yg tidak terjadi berulang-ulang dan tidak selalu terjadi. Keputusan ini terjadi di manajemen tingkat atas. Informasi untuk pengambilan keputusan tdk terstruktur tdk mudah untuk didapatkan dan tdk mudah tersedia dan biasanya berasal dari lingkungan luar.
Keputusan dibagi dalam 3 tipe :
(1) Keputusan terprogram/keputusan terstruktur : keputusan yg berulang2 dan rutin, sehingga dapt diprogram. Keputusan terstruktur terjadi dan dilakukan terutama pd manjemen tkt bawah. Co:/ keputusan pemesanan barang, keputusan penagihan piutang,dll.
(2) Keputusan setengah terprogram / setengah terstruktur : keputusan yg sebagian dpt diprogram, sebagian berulang-ulang dan rutin dan sebagian tdk terstruktur. Keputusan ini seringnya bersifat rumit dan membutuhkan perhitungan2 serta analisis yg terperinci. Co:/ Keputusan membeli sistem komputer yg lebih canggih, keputusan alokasi dana promosi.
(3) Keputusan tidak terprogram/ tidak terstruktur : keputusan yg tidak terjadi berulang-ulang dan tidak selalu terjadi. Keputusan ini terjadi di manajemen tingkat atas. Informasi untuk pengambilan keputusan tdk terstruktur tdk mudah untuk didapatkan dan tdk mudah tersedia dan biasanya berasal dari lingkungan luar.
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemecahan
masalah
1.Trial & error
: Coba dan salah. Cara ini merupakan metode yang paling rendah tingkatannya,
dilakukan oleh orang yang belum pernah mengalami/ mengenal dan belum tahu sama
sekali. Dalam keperawatan ini sangat berbahaya dan tidak boleh dilakukan.
2. Intuisi : penyelesaian masalah dengan intuisi atau naluri/ bisikan
hati. Penyelesaian dengan cara ini kurang dianjurkan dalam metode ilmiah,
karena tidak mempunyai dasar ilmiah. Terkadang metode ini juga
dapat memberikan jalan keluar bila intuisi ini berdasarkan analisis atau
pengalaman, dan pengetahuan yang dimiliki.
3.Nursing process : Proses keperawatan merupakan suatu langkah
penyelesaian masalah yang sistematis dan didukung oleh rasionalisasi secara
ilmiah meliputi : pengkajian, perencanaan, implementasi dan evaluasi yang
merupakan suatu siklus untuk mengatasi masalah yang terjadi pada klien.
4. Scientifik methode/Research Process : Proses riset/ penelitian
merupakan suatu penyelesaian masalah berdasarkan hasil penelitian dengan
menggunakan logika, dengan pendekatan yang sistematis.
4. Pembelian
Suatu pristiwa
atau tindakan yang dilakukan oleh dua belah pihak dengan tujuan menukarkan
barang atau jasa dengan menggunakan alat transaksi yang sah dan sama-sama
memiliki kesepakatan dalam transaksinya, dalam pembelian terkadang akan terjadi
tawar menawar antara pembeli dan penjual hingga mendapatkan kesepakatan harga yang
kemudian akan melakukan transaksi penukaran barang atau jasa dengan alat tukar
yang sah dan di sepakati kedua belah pihak
5. Diagnosa perilaku konsumen
Untuk merancang
strategi pemasaran yang baik, misalnya menentukan kapan saat yang tepat
perusahaan membeli diskon untuk menarik pembeli.
Perilaku
konsumen dapat membantu pembuat keputusan membuat kebijakan publik. Misalnya
dengan mengetahui bahwa konsumen akan banyak menggunakan transportasi saat
lebaran.
Pemasaran
sosial, yaitu penyebaran ide diantara konsumen. Dengan memahami sikap konsumen
dalam menghadapi sesuatu, seseorang dapat menyebarkan ide lebih cepat dan
efektif.
Terdapat 3
pendekatan utama dalam meneliti perilaku konsumen, yaitu :
1. Pendekatan
pertama adalah pendekatan inperatif. Pendekatan ini menggali secara mendalam
perilaku konsumsi dan hal yang mendasarinya.
2. Pendekatan
kedua adalah pendekatan tradisonal yang didasari pada teori dan metode dari
ilmu psikologi dan kognitif, sosial, dan berhevorial serta dari ilu sosilogi.
3. Pendekatan
ketiga adalah sains marketing yang didasari pada teori dan metode dari ilmu
ekonomi dan statistika.
DAFTAR PUSTAKA :
·
Panduan riset perilaku
konsumen Oleh Bilson Simamora
Minggu, 06 Oktober 2013
TUGAS 2
Nama : Hariawan
Raharjo
Kelas : 3EA26
NPM : 13211227
Segmentasi pasar dan analisis
demografi
- Segmentasi
pasar
Swastha & Handoko (1997)
mengartikan segmentasi pasar sebagai kegiatan membagi–bagi pasar/market yang
bersifat heterogen kedalam satuan–satuan pasar yang bersifat homogen.
Sedangkan definisi yang diberikan oleh Pride & Ferrel (1995) mengatakan bahwa segmentasi pasar adalah suatu proses membagi pasar ke dalam segmen-segmen pelanggan potensial dengan kesamaan karakteristik yang menunjukkan adanya kesamaan perilaku pembeli.
Di lain pihak Pride & Ferrel (1995) mendefinisikan segmentasi pasar sebagai suatu proses pembagian pasar keseluruhan menjadi kelompok–kelompok pasar yang terdiri dari orang–orang yang secara relatif memiliki kebutuhan produk yang serupa.
Ada lagi pendapat Swastha & Handoko (1987) yang merumuskan segmentasi pasar adalah suatu tindakan membagi pasar menjadi segmen–segmen pasar tertentu yang dijadikan sasaran penjualan yang akan dicapai dengan marketing mix.
Sedangkan definisi yang diberikan oleh Pride & Ferrel (1995) mengatakan bahwa segmentasi pasar adalah suatu proses membagi pasar ke dalam segmen-segmen pelanggan potensial dengan kesamaan karakteristik yang menunjukkan adanya kesamaan perilaku pembeli.
Di lain pihak Pride & Ferrel (1995) mendefinisikan segmentasi pasar sebagai suatu proses pembagian pasar keseluruhan menjadi kelompok–kelompok pasar yang terdiri dari orang–orang yang secara relatif memiliki kebutuhan produk yang serupa.
Ada lagi pendapat Swastha & Handoko (1987) yang merumuskan segmentasi pasar adalah suatu tindakan membagi pasar menjadi segmen–segmen pasar tertentu yang dijadikan sasaran penjualan yang akan dicapai dengan marketing mix.
-
Analisis demografi
Pada suatu pemasaran produk, analisis demografi
harus dilakukan. Hal tersebut berguna untuk mengetahui trend demografis produk
yang dipasarkan. Data dalam demografi pemasaran dapat terdiri dari usia, ras,
jenis kelamin, pekerjaan, pendapatan, mobilitas, kepemilikan rumah, lokasi,
status, pekerjaan, dan tingkat pendidikan. Jika demografi konsumen telah di
lakukan, maka hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah melakukan analisis
demografi, agar demografi yang telah dilakukan dapat kita ketahui hasilnya setelah
kita melakukan analisis atas demografi yang telah kita buat.
- Segmentasi pasar dan kepuasan konsumen
-
Segmentasi menurut Menurut Kotler, Bowen dan Makens (2002, p.254) pasar terdiri
dari pembeli dan pembeli berbeda-beda dalam berbagai hal yang bisa membeli
dalam keinginan, sumber daya, lokasi, sikap membeli, dan kebiasaan membeli.
Karena masing-masing memiliki kebutuhan dan keinginan yang unik, masing-masing
pembeli merupakan pasar potensial tersendiri. Oleh sebab itu penjual idealnya
mendisain program pemasarannya tersendiri bagi masing-masing pembeli.
Segmentasi yang lengkap membutuhkan biaya yang tinggi, dan kebanyakan pelanggan
tidak dapat membeli produk yang benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk
itu, perusahaan mencari kelas-kelas pembeli yang lebih besar dengan kebutuhan
produk atau tanggapan membeli yang berbeda-beda. Segmen pasar terdiri dari
kelompok pelanggan yang memiliki seperangkat keinginan yang sama (Kotler, 2005,
p.307.
-
Kepuasan konsumen Kepuasan
konsumen adalah sejauh mana manfaat sebuah produk dirasakan (perceived) sesuai dengan apa yang diharapkan
pelanggan (Amir, 2005). Kotler (2000) mengatakan bahwa kepuasan konsumen
merupakan tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan antara kinerja
produk yang ia rasakan dengan harapannya.
Dan Kepuasan atau ketidakpuasan konsumen adalah respon terhadap evaluasi ketidaksesuaian atau diskonfirmasi yang
dirasakan antara harapan sebelumnya dan
kinerja aktual produk yang dirasakan setelah pemakaian (Tse dan Wilson dalam Nasution, 2004)
- Segmentasi dan provabilitas
-
Profitabilitas adalah kemampuan perseroan untuk menghasilkan suatu
keuntungan dan menyokong pertumbuhan baik untuk jangka pendek maupun jangka
panjang. Profitabilitas perseroan biasanya dilihat dari laporan laba rugi
perseroan (income statement) yang menunjukkan laporan hasil kinerja perseroan.
c. Penggunaan Segmentasi dalam
Strategi Pemasaran
Faktor penting
lain yang harus diperhitungkan ketika mengembangkan strategi pemasaran untuk
konsumen adalah "segmentasi pasar". Segmentasi pasar berarti membagi
pelanggan potensial perusahaan ke dalam berbagai segmen atau kelompok
(misalnya, berdasarkan usia, jenis kelamin, agama, lokasi, dll) dan kemudian
memfokuskan strategi pemasaran pada satu atau lebih kelompok-kelompok. Bila
menggunakan segmentasi pasar, penting untuk menentukan apa faktor-faktor yang
akan dipertimbangkan. Faktor-faktor yang disebut variabel segmentasi. Variabel
segmentasi perlu berhubungan dengan kebutuhan, penggunaan, atau perilaku
terhadap produk atau jasa. Sebagai contoh, produsen gitar akustik akan paling
mungkin segmen pasar berdasarkan usia, yaitu, strategi pemasaran mereka akan
dirancang untuk menarik dan mempengaruhi remaja.
Daftar pustaka :
TUGAS 1
Nama : Hariawan Raharjo
Kelas : 3EA26
NPM : 13211227
Perilaku konsumen dan cakupan ilmu perilaku konsumen
-
perilaku konsumen
perilaku konsumen adalah suatu
perilaku dan kegiatan konsumen dalam
mencari,mengatur,menukar,memilah,menggunakan,serta menilai barang atau jasa yang akan dipakai sesuai
dengan kebutuhan yang mereka butuhkan pada kehidupan sehari-hari.
-
cakupan ilmu perilaku konsumen
cakupan ilmu perilaku konsumen merupakan
hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang
berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan
dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement)
proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.
Dapat menunjukkan dengan benar siapa yang sebenarnya yang dimaksud dengan konsumen dan apa yang menjadi ciri ciri konsumen
-
Yang di maksud dengan
konsumen
konsumen
adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam
masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun
makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan
-
cirri – ciri konsumen
~Personal Consumer : konsumen ini
membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk
penggunaannya sendiri.
~Organizational Consumer : konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan dan menjalankan organisasi tersebut.
penggunaannya sendiri.
~Organizational Consumer : konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan dan menjalankan organisasi tersebut.
Menjelaskan kekuatan utama yg dapat mempertajam penelitian tentang konsumen
-
Penelitian Historis
-
Penelitian Deskriptif
-
Penelitian Korelasional
-
Penelitian Kausal Komparatif dan Eksperimental
Daftar pustaka :
-
ekakeropooh.blogspot.com/2012/10/pengertian-konsumen-ciri-ciri-konsumen.html
Langganan:
Postingan (Atom)