Nama
: Hariawan Raharjo
NPM
: 13211227
Kelas : 3EA26
PROSES
PENGAMBILAN KEPUTUSAN OLEH KONSUMEN
Menurut Philip Kotler (2000:201) yang dialih bahasakan oleh
Hendra Teguh dan Roni A. Rusli pengertian proses keputusan pembelian, yaitu :
“Untuk meraih keberhasilan, pemasar harus melihat lebih jauh bermacam-macam
faktor yang mempengaruhi pembelian dan mengembangkan pemahaman mengenai
bagaimana konsumen melakukan keputusan pembelian.
1. Model proses pengambilan keputusan.
o
Pengambilan keputusan (decision making)
merupakan salah satu proses manajemen yang penting bagi setiap organisasi.
o
Manajemen lainya dilatar belakangi oleh adanya
keputusan yang dibuat oleh manajer puncak, yang kemudian secara hirarkis dibuat
oleh lini-lini manajemen ditingkat staf-staf yang dibutuhkan.
o
Pengambilan keputusan dapat diartikan sebagai
suatu proses penilaian dan pemilihan dari berbagai alternatif sesuai dengan
kepentingan–kepentingan tertentu dengan menetapkan suatu pilihan yang
dianggap paling menguntungkan.
o
Mengindentifikasi masalah utama yang
mempengaruhi tujuan, menyusun, menganalisis, dan memilih berbagai alternatif
tersebut dan mengambil keputusan yang dianggap paling baik.
MACAM – MACAM KEPUTUSAN MANAJEMEN
Oleh Herbert Simon secara umum membedakan antara
dua jenis keputusan, yaitu:
o
Keputusan yang terprogram (programmed
decision)
Keputusan yang terprogram adalah keputusan yang
terstruktur atau yang muncul berulang – ulang, Misalnya dalam memutuskan jumlah
bahan baik yang harus tersedia digudang, tidak bisa terlepas dari proses
perhitungan yang biasa digunakan.
o
Keputusan yang tidak terprogram (non-progrmmed
decision)
Keputusan yang tidak terprogram apabila keputusan
baru pertama kali muncul dan tidak tersusun (unstructured). Keputusan semacam
itu memerlukan penanganan khusus, untuk memecahkan masalah, karena belum ada
pedoman khusus dalam menangani masalah tersebut.
2.
Tipe-tipe proses pengambilan keputusan
Tipe
Pengambilan keputusan ( Decision making) : adalah tindakan manajemen dalam
pemilihan alternative untuk mencapai sasaran.
Keputusan dibagi dalam 3 tipe :
(1) Keputusan terprogram/keputusan terstruktur : keputusan yg berulang2 dan rutin, sehingga dapt diprogram. Keputusan terstruktur terjadi dan dilakukan terutama pd manjemen tkt bawah. Co:/ keputusan pemesanan barang, keputusan penagihan piutang,dll.
(2) Keputusan setengah terprogram / setengah terstruktur : keputusan yg sebagian dpt diprogram, sebagian berulang-ulang dan rutin dan sebagian tdk terstruktur. Keputusan ini seringnya bersifat rumit dan membutuhkan perhitungan2 serta analisis yg terperinci. Co:/ Keputusan membeli sistem komputer yg lebih canggih, keputusan alokasi dana promosi.
(3) Keputusan tidak terprogram/ tidak terstruktur : keputusan yg tidak terjadi berulang-ulang dan tidak selalu terjadi. Keputusan ini terjadi di manajemen tingkat atas. Informasi untuk pengambilan keputusan tdk terstruktur tdk mudah untuk didapatkan dan tdk mudah tersedia dan biasanya berasal dari lingkungan luar.
Keputusan dibagi dalam 3 tipe :
(1) Keputusan terprogram/keputusan terstruktur : keputusan yg berulang2 dan rutin, sehingga dapt diprogram. Keputusan terstruktur terjadi dan dilakukan terutama pd manjemen tkt bawah. Co:/ keputusan pemesanan barang, keputusan penagihan piutang,dll.
(2) Keputusan setengah terprogram / setengah terstruktur : keputusan yg sebagian dpt diprogram, sebagian berulang-ulang dan rutin dan sebagian tdk terstruktur. Keputusan ini seringnya bersifat rumit dan membutuhkan perhitungan2 serta analisis yg terperinci. Co:/ Keputusan membeli sistem komputer yg lebih canggih, keputusan alokasi dana promosi.
(3) Keputusan tidak terprogram/ tidak terstruktur : keputusan yg tidak terjadi berulang-ulang dan tidak selalu terjadi. Keputusan ini terjadi di manajemen tingkat atas. Informasi untuk pengambilan keputusan tdk terstruktur tdk mudah untuk didapatkan dan tdk mudah tersedia dan biasanya berasal dari lingkungan luar.
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemecahan
masalah
1.Trial & error
: Coba dan salah. Cara ini merupakan metode yang paling rendah tingkatannya,
dilakukan oleh orang yang belum pernah mengalami/ mengenal dan belum tahu sama
sekali. Dalam keperawatan ini sangat berbahaya dan tidak boleh dilakukan.
2. Intuisi : penyelesaian masalah dengan intuisi atau naluri/ bisikan
hati. Penyelesaian dengan cara ini kurang dianjurkan dalam metode ilmiah,
karena tidak mempunyai dasar ilmiah. Terkadang metode ini juga
dapat memberikan jalan keluar bila intuisi ini berdasarkan analisis atau
pengalaman, dan pengetahuan yang dimiliki.
3.Nursing process : Proses keperawatan merupakan suatu langkah
penyelesaian masalah yang sistematis dan didukung oleh rasionalisasi secara
ilmiah meliputi : pengkajian, perencanaan, implementasi dan evaluasi yang
merupakan suatu siklus untuk mengatasi masalah yang terjadi pada klien.
4. Scientifik methode/Research Process : Proses riset/ penelitian
merupakan suatu penyelesaian masalah berdasarkan hasil penelitian dengan
menggunakan logika, dengan pendekatan yang sistematis.
4. Pembelian
Suatu pristiwa
atau tindakan yang dilakukan oleh dua belah pihak dengan tujuan menukarkan
barang atau jasa dengan menggunakan alat transaksi yang sah dan sama-sama
memiliki kesepakatan dalam transaksinya, dalam pembelian terkadang akan terjadi
tawar menawar antara pembeli dan penjual hingga mendapatkan kesepakatan harga yang
kemudian akan melakukan transaksi penukaran barang atau jasa dengan alat tukar
yang sah dan di sepakati kedua belah pihak
5. Diagnosa perilaku konsumen
Untuk merancang
strategi pemasaran yang baik, misalnya menentukan kapan saat yang tepat
perusahaan membeli diskon untuk menarik pembeli.
Perilaku
konsumen dapat membantu pembuat keputusan membuat kebijakan publik. Misalnya
dengan mengetahui bahwa konsumen akan banyak menggunakan transportasi saat
lebaran.
Pemasaran
sosial, yaitu penyebaran ide diantara konsumen. Dengan memahami sikap konsumen
dalam menghadapi sesuatu, seseorang dapat menyebarkan ide lebih cepat dan
efektif.
Terdapat 3
pendekatan utama dalam meneliti perilaku konsumen, yaitu :
1. Pendekatan
pertama adalah pendekatan inperatif. Pendekatan ini menggali secara mendalam
perilaku konsumsi dan hal yang mendasarinya.
2. Pendekatan
kedua adalah pendekatan tradisonal yang didasari pada teori dan metode dari
ilmu psikologi dan kognitif, sosial, dan berhevorial serta dari ilu sosilogi.
3. Pendekatan
ketiga adalah sains marketing yang didasari pada teori dan metode dari ilmu
ekonomi dan statistika.
DAFTAR PUSTAKA :
·
Panduan riset perilaku
konsumen Oleh Bilson Simamora
Tidak ada komentar:
Posting Komentar